Site Overlay

Cerita Au Pair: 2 Bulan di Swedia – Nano Nano

P R O L O G

“Tes! Tes!”

Suara ketukan pintu dan seseorang yang memanggil namaku membangunkanku. Masih bingung aku memaksa diri membuka mata, membuka pintu dan menemukan host dad ku, terlihat panik.

“We need to go now”

ASTAGA RUMAH INI KEBAKARAN!!!

Masih bingung aku berusaha mencerna setiap hal yang kulihat.

Host mom ku sudah berdiri di depan pintu kamar, terlihat siap untuk pergi.

“My water broke” kata host mom ku.

AHHHH, THANK GOD, bukan kebakaran tapi lahiran kataku dalam hati.

P E R A S A A N K U

Nano-nano. Ada saat di mana aku merasa down, cuma karena merasa khawatir akan hal yang belum tentu terjadi. Karena karakter ku yang pemikir, aku cenderung memberatkan pikiranku sendiri akan hal-hal yang tidak penting.

Mungkin di satu sisi, yah, aku tinggal bersama orang yang belum pernah kukenal sebelumnya. Walaupun mereka sangat baik, ada saat-saat tentunya terjadi kesalah pahaman, seperti ketika aku mengalami kesulitan dalam hal perpajakan di Swedia.

Bersyukur. Aku percaya, tinggal di Swedia, menghidupi hidup yang jauh berbeda dari kehidupanku di Jakarta adalah suatu berkat dan kesempatan. Aku yakin sekalipun aku memiliki saat-saat sulit, aku akan banyak belajar dari semua pengalamanku.

Senang. Tentu saja, aku juga bisa jalan-jalan, salah satunya ke suatu kota kecil di pinggir pantai bernama Ystad. Aku juga akhirnya menemukan cara untuk mengirim uang ke Indonesia dan punya MasterCard tanpa harus terlilit kartu kredit. Yihaaaa.

Aku juga menyadari aku jadi lebih berani. Misalnya saja, kemarin sore aku jalan-jalan sore sendirian dengan santainya di sekitar Eslöv, sama sekali tidak merasa asing.

T E M P A T Y A N G S U D A H D I K U N J U N G I

Bulan ini aku banyak hang out dengan teman baru, tentunya sangat menyenangkan 🙂

Aku mendapat teman baru dari les bahasa Swedia, ada yang berasal dari Turki, India, Thailand, bahkan Indonesia juga! Kami sempat makan siang bersama dan juga pergi ke tempat salah satu teman dari Thailand yang sedang au pair di Ystad. Unik sekali, karena teman ku ini host familynya memiliki sebuah kastil!

Jidat Superpower dan Pantai Cantik

Aku juga pergi ke perpustakaan di Eslöv dan Malmö. Meminjam buku dan belajar bahasa Jerman sendiri. Perpustakaan atau Bibliotek di sini menyenangkan sekali, tentunya untukku yang suka buku. Terutama perpustakaan di Malmö (Stadsbibliotek) sangat megah dan bersambungan dengan kastil tua yang disulap menjadi ruang bacaan yang apik.

M E M O R I T E R B A I K

Hmmm…

Aku suka satu memori bersama bonbon, walau hanya lewat telefon membicarakan hidup yang gila-asam-manis ini , suaranya selalu menenangkan 🙂

Salah satu favoritku juga ketika pergi ke Ystad dan merayakan ulang tahun teman au pair ku dari Thailand. Host family nya tinggal di area kastil, jadi kami bisa menikmati barbeque di halaman rumah sambil menikmati suasana sekitar. Kami juga pergi ke pantai di Sverte setelahnya.

Kastil di halaman rumah

P E L A J A R A N

Aku harus banyak bersabar dan tidak bersandar pada kekhawatiran alias berpikir positif 🙂 Hidup cuma sekali, seharusnya tak kupakai untuk berfikir yang berat-berat yang mungkin tidak memberikan apa-apa, kecuali mencuri rasa syukurku hari ini.

P E N C A P A I A N

  • Lebih berani untuk menjelajah .
  • Sabar. Aku baru sadar ternyata aku cukup sabar menghadapi anak kecil. Aku sering kali dengan mudah berbicara dengan host kid ku yang nomor dua. Entah kenapa justru dia terlihat lucu kalau sedang (pura-pura) marah.
  • Memasak! Aku merasa lebih fleksibel dan percaya diri dalam memasak.
  • Akibat sering main ke perpustakaan, aku mulai mengerti frasa-frasa sederhana dalam bahasa Jerman. YoYo! Wo bist du?
  • Membuka diri dengan banyak suasana baru.

E P I L O G

Hari ini aku tidak banyak beraktifitas, hanya bersantai setelah melakukan kewajiban beberes ku 🙂

Cuaca juga sedang bagus-bagusnya. Langit cerah tak berawan dan matahari bersinar cukup terik. Ah tenangnya…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll Up