Au pair

Langkah-langkah menjadi Au pair Swedia – Tanpa Agen

Menjadi seorang Au pair mungkin belum populer di Indonesia, tapi sudah banyak dilakukan oleh muda-mudi dari negara-negara di benua Eropa, Amerika, dan Australia.
Au pair sesungguhnya merupakan peluang besar bagi mereka yang ingin bisa travelling ke belahan dunia lain dan benar-benar merasakan kehidupan orang-orang di negara setempat. Selain itu, biaya yang dikeluarkan juga tidak sebanyak orang yang travelling dengan biaya sendiri.
Aku sendiri sekarang sedang menjadi au pair di Swedia, negara dengan bendera biru kuning yang terletak di Skandinavia. Terkenal sebagai negara inovatif karena berhasil menghasilkan brand-brand terkenal seperti Skype, H&M, Tetra Pack dan IKEA.
Ketika mencari peluang menjadi au pair sampai akhirnya berangkat ke Swedia, saya tidak menggunakan jasa agen sama sekali.
Kenapa TANPA AGEN?
Satu kali saya melihat info agen au pair di Facebook dan memberanikan diri untuk menghubungi agen tersebut.

Setelah banyak bertanya, ternyata si agen mengenakan biaya sekitar 11 juta hanya untuk mencari keluarga. Hal-hal seperti pengurusan dan legalisir dokumen (yang semuanya dilakukan di Jakarta) harus di lakukan oleh si calon au pair. Pencarian keluarga yang dilakukan si agen juga tidak menjamin kalau calon au pair akan mendapatkan keluarga asuh atau host family akan menjadi lebih cepat.

Lalu, apa saja yang harus dilakukan apabila ingin menjadi Au pair di Swedia tanpa bantuan agen? Berikut langkah-langkahnya:

• Daftarkan diri di situs aupairworld.com

Kalian tidak perlu membayar untuk membuat akun di situs tersebut walaupun ada pilihan untuk membuat akun premium yang sifatnya berbayar.

• Membuat profil yang apik (Berbahasa Inggris/Bahasa negara tujuan)

Tata profil kalian. Ibaratkan saja profil kalian di au pair world itu sebagai sebuah CV informal. Jangan hanya bilang “I love kids and can cook” dari pada bilang begitu lebih baik tuliskan hal-hal yang membuktikan kalau kalian suka anak. Misalnya, saya menulis tentang pengalaman saya dalam mengajar anak-anak. Don’t mention, explain!
Berfotolah bersama anak-anak. Kalian bisa bayangkan gak kalau kalian itu calon host family dan ketika melihat profil au pair isinya foto selfie semua. Well, tidak masalah kalau kalian merasa kalian itu terlihat keren di foto. Akan tetapi, calon host family jadi tidak bisa melihat gambaran kalian bersama anak-anak.
Jangan malas untuk mengirim pesan ke host family yang ada. Bersikaplah sopan, jujur dan terbuka namun jangan berlebihan. Jadilah versi terbaik dari dirimu sendiri 🙂

• Mendapatkan host family

Sesungguhnya mencari keluarga itu seperti mencari jodoh hehe. Kalian harus memastikan kalau kalian yakin karena pada akhirnya bukan hanya kalian yang butuh, tetapi host family juga membutuhkan kalian.

Beranilah berkata TIDAK apabila kalian merasa tidak nyaman ataupun tidak yakin dengan calon keluarga asuh kaliah.

Misalnya kalian alergi bulu kucing dan si keluarga ini memelihara kucing. Kalian iya iya saja karena sudah kebelet berangkat. Yang seperti ini hanya akan menimbulkan masalah di kemudian hari.
Dari pengalamanku, host family memintaku untuk mengirimkan CV berbahasa Inggris. Hal ini tentu saja sangat penting untuk background checking. Hati-hati juga kalau kalian meninggalkan jejak di dunia maya yang kurang pantas, karena bisa saja si host family mencoba mencari informasi tentang si au pair di internet. Ini sangat lumrah, mengingat si calon keluarga akan mempersilahkan orang asing untuk nantinya menjadi bagian dari keluarga mereka.

• Mempersiapkan dokumen

Kontrak Au pair
Saat menyiapkan kontrak, aku menggabungkannya dengan surat undangan yang dibuat secara personal oleh kedua host parents ku, isi kontrak, dan juga bukti bayar pajak kedua host parents yang berasal dari Skatteverket (Kantor pajak Swedia).
Kontrak bisa didapatkan di Au Pair World – Contract
Bukti booking/pendaftaran sekolah bahasa dari host family
Kalian sebenarnya juga bisa booking sendiri tanpa bayar, jadi nanti pihak sekolah akan mengirimkan invoice ke host family kita. Hati-hati sama agen yang minta bayaran hanya untuk pendaftaran sekolah bahasa.
Untuk booking sekolah bahasa bisa dilakukan di sini Folkuniversitetet (English version)
Paspor yang berlaku minimal 1 tahun ke depan

• Apply visa

Untuk proses pendaftaran visa, semuanya bisa dilakukan secara online di Migrationsverket – Au pair
Kalian harus membayar 1000 SEK, bisa dilakukan dengan kartu kredit, MasterCard, atau Visa. Dalam kasusku, aku membayar saat di Indonesia kemudian digantikan oleh host family ketika sudah sampai di Swedia. Ketika apply visa, kalian harus mengisi form yang juga terdapat pertanyaan-pertanyaan kenapa kalian ingin menjadi au pair di Swedia. Pastikan kalian menjawab sesuai tujuan dari au pair itu sendiri: Mencari pengalaman dan pertukaran budaya. Hindari menjawab: Ingin tinggal lama dan sekolah setelah selesai au pair.

• Menunggu pengumuman

Berdasarkan pengalaman para au pair (yang saya tanya), rata-rata menunggu 3-5 bulan jadi sibukanlah diri kalian dengan hal-hal bermanfaat. Cari peluang lain. Banyak cari informasi, berusaha dan berdoa.

• Berangkat ke Swedia

Tidak ada peraturan tertulis kalau host family harus membayar tiket kalian. Akan tetapi, kalian juga bisa mencoba menawar untuk dibayari lebih dulu dan nanti kalian bisa ganti dengan pocket money/uang saku kalian.
Dari pengalamanku, host familyku membayari tiket return (pulang-pergi) tanpa aku tawar sebelumnya.

• Sampai di Swedia

Personnumer, Akun bank, Swedish ID, dan Bayar pajak
Hal-hal di atas harus kalian urus ketika sampai di Swedia. Agak ribet, tapi memberikan manfaat bagi si au pair sendiri 🙂

Di manapun kalian berada, ketahuilah bahwa mimpi untuk jalan-jalan ke Eropa itu milik semua orang. Siapkan mental dan tentunya kita harus terus berusaha dan berdoa. Lakukan yang terbaik dan yakinlah bahwa Tuhan sudah menyediakan yang terbaik 🙂

10 thoughts on “Langkah-langkah menjadi Au pair Swedia – Tanpa Agen

  1. Kak.
    Mau tanya nih.
    Aku niat jadis aupair, usia 27,aku cowok.

    Kok daftar di Aupairworld di tolak muluk y?
    Ada situs lain kak yg gak ribet?

  2. Halo kaka! Mau bertanya, untuk bahasa gimana? Apakah kita harus memilii kemampuan berbahasa di negara yang kita coba apply, khusunya negara2 di eropa? Atau cukup dengan Bahasa Inggris bisa apply?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top