Au pair

Wawancara dengan Host Family – Pertanyaan Penting

Pencarian host family khususnya untuk penduduk diluar EU (European Union/Uni Eropa) memang bukanlah hal yang mudah. Kebanyakan keluarga menginginkan au pair secepatnya dan tidak ingin menunggu proses visa yang bisa memakan waktu berbulan-bulan.

Akan tetapi, alangkah baiknya apabila calon au pair tidak serta-merta menjadi tidak sabaran dan tidak benar-benar mengenal calon host family sehingga cepat berkata “saya bersedia”.

Bukan hanya host family saja yang berhak memilih au pair mereka. Calon au pair juga berhak dan harus berhati-hati dalam memilih host family untuk mengurangi masalah yang bisa terjadi di masa mendatang.

Berikut ini beberapa pertanyaan penting, berdasarkan pengalaman pribadi dan hasil pembelajaran ,yang menurut saya sangat berguna untuk sesi wawancara dengan host family.

KARAKTER DAN KEBIASAAN HOST FAMILY

“Are you a spontaneous family?” adalah salah satu pertanyaan yang akan ku ajukan apabila aku menjadi calon au pair. Kenapa spontaneous? Karena aku adalah orang yang spontan. Akan menjadi sulit apabila aku bersama keluarga yang kaku dan perfeksionis.

Pertanyaan ini juga akan membantu kalian melihat apakah si host family memiliki karakter yang fun dan tidak melulu serius.

Pada akhirnya tentu saja kalian harus mencocokan dengan karakter kalian. Apakah kalian bisa membayangkan tinggal dengan host family tersebut selama satu tahun atau lebih?

KARAKTER HOST KIDS

HATI-HATI! Tidak sedikit host family yang berkata anak mereka mudah diatur, blah blah blah. Waktu kalian sampai, DISASTER.

Banyak juga orang tua yang malas menghabiskan waktu dengan anak mereka yang terlalu nakal dan memilih au pair sebagai jalan keluar. Biasanya orang tua macam ini akan memilih duduk-duduk di kamar atau pulang kerja selalu telat dan membiarkan au pair mereka untuk bermain non-stop dengan anak-anak mereka. huh!

JUMLAH ANAK

Satu kali aku melihat profil ceria host family yang memiliki tujuh orang anak. TUJUH.

Saranku sih, tiga anak cukup, dua anak anugrah, satu anak luar biasah. Pokoknya jangan lebih dari tiga. Tinggal dengan lima orang di rumah saja sudah ribet, apalagi jika kalian harus menjaga banyak anak sekaligus.

Gimana kalau ada bayi kembar empat? Kan kayaknya gampang tuh ngurus bayi.

Menurutku? KATAKAN TIDAK.

BAHASA HOST KIDS

Paling mudah itu tinggal di keluarga internasional. Biasanya si anak sudah bisa berbahasa Inggris jadi akan memudahkan kalian untuk mengerti keinginan mereka.

Lain halnya kalau host kids kalian tidak bisa berbahasa Inggris dan tugas utama kalian adalah menjaga mereka. Duh, pasti ribet untuk mengerti mereka dan kemungkinan si host kid akan bosan karena kalian tidak bisa menjadi lawan bicara.

MAKANAN DAN ALERGI

Tanyakan apakah ada orang di dalam keluarga yang tidak bisa memakan makanan tertentu. Misalnya di keluarga asuh saya sekarang, mereka sangat anti roti yang dibeli di toko karena tidak gluten free. Jadilah kalau saya ingin roti, saya harus membeli sendiri dan memakannya di kamar agar remahannya tidak tersebar di rumah. OH NO!

Kalian yang tidak memakan babi juga bisa jujur karena memang babi itu adalah salah satu daging favorit di negara barat.

JADWAL SEHARI-HARI DAN TUGAS UTAMA

Ada keluarga yang santai dan benar-benar memperlakukan au pairnya dengan sepantasnya sehingga si au pair tidak selalu on-duty.

BERHATI-HATILAH dengan keluarga yang menjelaskan tugas ini-itu panjang lebar apalagi sampai harus memasak dan mencuci untuk seluruh anggota keluarga. Itu BUKAN tugas au pair. Percayalah, berada di keluarga seperti itu tidak akan terasa menyenangkan.

Berikut ini contoh light housework yang TERMASUK ke dalam kewajiban au pair (sumber: Au Pair World – For Au Pairs):

  • Mencuci piring (biasanya dengan diswasher kecuali untuk barang-barang tertentu harus dicuci tangan)
  • Light vacuuming alias bersih-bersih yang tidak detail. Membersihkan jendela dan toilet itu sudah bukan “light housework” lagi.
  • Menggosok (tidak untuk pakaian-pakaian mahal atau yang perlu digosok secara khusus)
  • Merapikan kamar anak
  • Belanja bahan makanan
  • Menjaga hewan peliharaan, seperti mengajak anjing jalan-jalan
  • Mengosongkan tempat sampah di dalam rumah

Kalaupun host family ingin kalian melakukan lebih, pastikan kalian siap berdiskusi tentang hal tersebut. Entah kalian benar-benar berkata tidak atau mencoba berkompromi dengan mendapatkan uang saku tambahan.

Pastikan juga kalau jam kerja kalian masuk akal dan waktu kalian tidak hanya habis untuk host family.

Karena pada akhirnya kalian toh juga harus mendapat manfaat dari program au pair ini.

APAKAH ADA CLEANING SERVICE

Tidak sedikit, saya ulangi lagi, TIDAK SEDIKIT ALIAS BANYAK au pair terutama dari Asia yang disalahgunakan sebagai tukang bersih-bersih. Di Denmark misalnya, sempat ada isu bahwa program au pair untuk penduduk dari luar Eropa akan diberhentikan saking banyaknya keluarga yang menyalahgunakan au pair mereka. Sayangnya aku telat berita.

Adanya cleaning service berarti si au pair tidak perlu sibuk melakukan kegiatan bersih-bersih dan bisa lebih fokus ke anak atau pekerjaan simpel lainnya.

HOLIDAY

Salah satu tujuan au pair kan untuk bisa travelling, tapi tidak sedikit lho keluarga yang bener-bener ingin memanfaatkan au pair mereka.

Au pair sebelumku sangat “hard working” sampai-sampai hanya libur selama 2 minggu dalam satu tahun.

Lah 2 minggu kan banyak?

Iya kalau di Indonesia yang pelit cuti hehe

Di Denmark sendiri, au pair berhak mendapatkan jatah libur 2.5 hari tiap bulannya. Jadi jika kontrak kerjanya selama satu tahun, 2.5 x 12 (jumlah bulan dalam setahun) alias 30 hari dan bahkan hingga 5 minggu PAID holidays.

Jadi, pastikan mereka mengerti kalau kalian berniat untuk mengambil libur nantinya.

APAKAH SUDAH PERNAH PUNYA AU PAIR

“I have no contact of my previous au pair”

RED FLAG! alias HATI-HATI!

Biasanya keluarga seperti itu tidak memperlakukan au pair sebelumnya dengan baik sehingga engga memberikan kontak mereka, takut kalau tidak ada yang mau menjadi au pair mereka lagi.

Kalau kalian dapat kontak mereka, tanyakan dengan detail. Coba SKSD dengan si mantan au pair, jangan tiba-tiba langsung nanya “HF kamu jahat ga?”. Coba gali pertemanan (ga usah deket-deket juga, kelamaan hehe). Maksudnya supaya si ex au pair ini mau jujur. Karena ada juga MANTAN AU PAIR YANG BERBOHONG atau tidak terbuka mengenai mantan host family mereka. Jadi, cobalah menggali lebih dalam.

Semua poin-poin di atas kudapat dari hasil pengalaman dan riset online ku sendiri. Aku berharap, dengan tulisan ini teman-teman calon au pair bisa bersiap-siap menghadapi wawancara dan mengurangi kemungkinan “jebakan batman” alias host family yang zonk atau tidak menyenangkan.

Selamat mencoba 🙂

Untuk bacaan lanjutan: Au pair World – Questions for Host family

2 thoughts on “Wawancara dengan Host Family – Pertanyaan Penting

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top