Au pair

Apakah Au Pair sama dengan TKI?

Selama tinggal di negara lain sebagai seorang au pair, nggak sedikit aku menerima pesan di sosial media yang menanyakan tentang kegiatan yang aku lakukan di sini.

Banyak yang ingin tau, bagaimana sih caranya tinggal di luar negeri?

Beberapa juga ada yang komen seperti,

“Aduh gue takut nanti lo disiram air panas!”. Errr ok.

Yang paling aneh ketika ada kerabat yang berkata,

“Oh kamu di luar negeri mau ikut orang ya?”

Pertanyaan seperti ini membuatku ingin memberikan perkataan sinis, “Memang kalau di Indonesia kerja ikut apa? Banteng?” hehe. Untung saja aku saat itu lebih memilih diam, menghindari menyakiti perasaan orang.

Di Indonesia, anak muda yang merantau ke luar negeri untuk travelling itu masih jarang, apalagi kalau si anak muda ini perempuan. Selain biayanya mahal, kemampuan bahasa, kesempatan, dan keterbatasan informasi juga menjadi kendala. Karena keterbatasan informasi ini juga, banyak yang mengira au pair itu sama dengan TKI atau bahkan asisten rumah tangga. Nggak ada yang salah dengan menjadi TKI atau asisten di rumah, tapi ya memang isi dan tujuan program au pair tidak  sama dengan menjadi tenaga kerja di luar negeri.

Dari hasil googling sih, pengertian TKI (Tenaga Kerja Indonesia) adalah warga negara Indonesia yang terikat hubungan kerja di luar negeri dalam waktu tertentu dan mendapatkan upah. Setau saya, TKI ini merupakan pekerjaan full time atau penuh waktu. Selain itu program TKI keluar negeri ini juga diatur oleh pemerintah Indonesia dan pemerintah negara tujuan.

Sedangkan berdasarkan salah satu situs au pair yang paling terkenal, Au Pair World, berikut ini adalah pengertian au pair:

An au pair is a young person between the ages of 18 and 30, single and without children, who travels to a foreign country for a defined period of time to live with a host family.

As an au pair you take on a role as a member of the family and help your host family with childcare and light housework. In return, your receive free room and board plus pocket money.

dalam bahasa Indonesianya (terjemahan sendiri):

Au pair adalah pemuda berumur 18 hingga 30 tahun, belum menikah dan belum memiliki anak, yang pergi ke negara asing dalam kurun waktu tertentu untuk tinggal bersama keluarga asuh.

Sebagai au pair, kamu berperan sebagai bagian dari keluarga dan membantu keluarga asuh dengan menjaga anak dan membantu pekerjaan rumah yang sederhana. Sebagai gantinya, kamu mendapatkan ruangan untuk tinggal dan uang saku.

Berbeda dengan TKI, au pair bukanlah pekerjaan penuh waktu. Di banyak negara, au pair hanya boleh bekerja selama lima jam per hari dan tidak boleh lebih dari 30 jam per minggu. Hal ini dikarenakan tujuan program au pair ini adalah untuk pertukaran budaya, sehingga au pair diharapkan dapat memiliki waktu luang yang cukup untuk mengembangkan diri dan belajar bahasa negara setempat.

Selain itu, uang yang didapat au pair setiap bulannya merupakan uang saku atau pocket money bukan gaji sehingga jumlahnya tidak banyak jika dibandingkan dengan biaya hidup di negara asing.

Sebagai tambahan, au pair juga diberikan kesempatan untuk mengikuti kursus bahasa. Dalam banyak kasus, tidak sedikit juga au pair yang bisa mengikuti sertifikasi tertentu di negara asing. Aku sendiri sempat mengikuti First Aid training di Denmark, yang seminarnya diberikan oleh seorang mantan anggota tentara Denmark yang sudah sangat terbiasa dengan masalah First Aid. Lumayan 🙂 Beberapa teman juga mengikuti kursus lain seperti bahasa Jerman, IELTS, hingga kursus memasak.

Program au pair juga hanya diatur oleh pemerintah negara tujuan tanpa berhubungan langsung dengan pemerintah Indonesia, alias tidak ada kerja sama program au pair. Dari cerita teman, bahkan pihak Kedubes RI terkadang tidak tau au pair itu apa 🙂

Jadi memang secara teknis, TKI dan au pair adalah dua program yang berbeda. Namun, dalam kasus tertentu, tidak sedikit keluarga asuh yang memanfaatkan dan mengeksploitasi tenaga au pair sebanyak-banyaknya. Aku sendiri juga pernah mengalami bekerja yang berlebihan dan merasa tidak berkembang.

Kalau aku sendiri sih tidak masalah dikatakan TKI, yang membuatku gemas itu kalau ada yang  memberikan konotasi negatif tentang au pair maupun TKI. Kalau tidak bisa memberikan komentar yang membangun, diam lebih baik 🙂

3 thoughts on “Apakah Au Pair sama dengan TKI?

  1. salam kk..
    saya mau bertanya apakah usia 30 masih bsa daftar aupair?
    krn info yg saya dengar batas usia untuk aupair max 26 saja..
    terimakasih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top