Site Overlay

Satu Minggu Terakhir di Denmark

Sekitar dua tahun lalu, aku tiba di stasiun utama Kopenhagen. Emosiku bercampur aduk, banyak sekali yang terjadi dalam satu hari itu.

Kurang lebih enam bulan setelah hari itu, emosiku kembali lagi campur aduk. Saat itu aku memutuskan untuk pindah dari keluarga asuh yang membuat pikiran, badan, dan hatiku lelah.

Saat ini, aku sedang menikmati hari terakhirku di rumah keluarga asuhku, setelah kurang lebih 1,5 tahun tinggal bersama mereka.

Suasana Summer Holiday masih sangat terasa. Anak asuh terkecilku di rumah saja denganku. Salah satu hal yang paling menyenangkan untuk dilakukan dengan anak laki-laki ini adalah ngobrol hal-hal lucu. Mungkin karena sudah mulai pandai bicara, kadang dia suka ngobrol panjang dengan topik yang beragam 

Katakanlah namanya Adam. Satu kali aku minum kopi dan Adam sedang bersamaku, lalu katanya ‘‘Tessa, aku mau jadi orang dewasa supaya bisa minum kopi juga‘‘.

Hari ini dia bilang padaku kalau aku nggak seperti orang tua. Mungkin karena ketika aku main petak umpet dan mainan lainnya dengan mereka, aku benar-benar menikmati supaya mereka juga enjoy

‘‘Adam, hari Sabtu nanti aku akan pergi dan nggak akan di sini lagi‘‘ kataku memulai dengan santai.

Muka Adam yang tadinya semangat untuk memindahkan Cola berubah. ‘‘Tapi kamu harus tetap disini‘‘ kata anak berumur tiga tahun itu dengan wajah sedih. Aku jadi ingin menangis, padahal aku sudah percaya diri kalau hari Sabtu nanti aku bakal santai saja.

‘‘Aku bakalan tinggal di Jerman‘‘ lanjutku lagi

‘‘Tapi… Ana (anggap saja nama kakanya) sangat menyukaimu‘‘ katanya polos

Aku yang mulai merasakan ingin menangis pun mencoba untuk mengakhiri percakapan itu, ‘‘Kamu manis sekali, Adam. Terimakasih‘‘ kataku sambil mengajakknya untuk kembali memindahkan Cola. Takut mewek 

Hari berganti Minggu, berganti Bulan, lalu Tahun. Awalnya clueless mau ngapain setelah ini, bersyukur banget ketemu orang-orang penuh semangat yang secara tidak langsung juga membuka pikiranku.

Di minggu terakhir ini, aku mau bawa santai saja. Menikmati waktu sebelum meninggalkan negara yang sudah terasa rumah selama dua tahun terakhir ini.

Selamat malam waktu Denmark  

1 thought on “Satu Minggu Terakhir di Denmark

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll Up