Au pair FSJ/BFD Jerman

Selesai Program Au Pair, Mau Ngapain Lagi Ya?

Hayo, apakah beberapa kalian sedang galau dan memutuskan untuk membaca artikel ini?

Tenang saja, kalian nggak sendirian kok.

Kegalauan yang sama banyak juga dimiliki oleh beberapa teman au pair yang saya kenal. Merasa hidup di Eropa lebih nyaman, ogah pulang ke Indonesia, tetapi di sisi lain juga belum mempersiapkan apa-apa.

Saya pun satu tahun awal saat menjadi au pair masih cukup clueless. Ada juga sih pikiran mau kuliah di benak saya, tetapi rasanya belum yakin juga.

Daripada bergalau ria, kali ini saya ingin membuat tulisan khusus untuk teman-teman au pair yang hampir habis masa au pairnya. 

APA SAJA SIH, PELUANG SETELAH AU PAIR?

MEMULAI PROGRAM AU PAIR DI NEGARA LAIN

Bagi teman-teman yang sudah berada di Eropa, mendapatkan host family bukanlah sesuatu yang sulit. Berbagai macam platform mulai dari website (Baca juga: Calon Au Pair? Ini Daftar Situs Selain Au Pair World) hingga grup facebook memudahkan kita dalam pencarian ini. 

Sebelum memutuskan untuk memulai program au pair lagi, kita pun harus mencoba memikirkan baik-buruknya. Saya misalnya, memilih untuk tidak mengikuti program ini lagi karena merasa pengalaman yang saya miliki sebagai au pair sudah lebih dari cukup. Mulai dari terlantar di Swedia (Baca juga: 3 Bulan di Skandinavia, Bertahan atau Pulang?), sehingga hanya bisa stay selama 3 bulan. Hingga pindah keluarga di Denmark (Baca juga: Ketika Au Pair Memutus Kontrak). Rasanya sudah komplit pengalaman suka-duka saya.

Mungkin ada juga teman-teman yang sekedar merasa bored dan tidak nyaman tinggal bersama orang lain. Kalau sudah begini mungkin saja memulai au pair di negara lain bukanlah pilihan yang tepat.

KULIAH

Tidak sedikit kabar yang saya dengar tentang teman-teman yang bisa kuliah setelah program au pair. Biasanya mereka mencoba peruntungan lain lebih dahulu seperti ikut program au pair di negara lain lagi atau bekerja untuk mengumpulkan uang.

Kenapa itu penting?

Karena salah satu syarat student visa adalah memiliki uang dalam jumlah tertentu di dalam rekening pribadi kita.

Ada juga yang berhasil meyakinkan host family mereka untuk menjadi sponsor.

BEKERJA 

Mungkin tidak sih bekerja di negara tempat kita sedang au pair? (Baca juga: Bekerja Profesional Setelah Au Pair)

Menurut saya kemungkinan memang selalu ada. Misalnya saja beberapa teman au pair dari Filipina ada yang berhasil untuk bekerja bahkan kuliah di Denmark. Menurut saya ini adalah pencapaian tersendiri karena di Denmark kuliah sangatlah mahal. 

Di tempat saya sekolah bahasa (Clavis, Norreport) bahkan ada presentasi tersendiri mengenai persiapan untuk bekerja. Kalau tidak salah ada pendidikan lanjutan FUV (Bacaan lanjutan: FUV Denmark) yang bisa kita ambil setelah level bahasa Denmark kita memadai.

Selain itu apabila bahasa kita sudah cukup memadai, kita bisa mencoba melamar pekerjaan di sektor yang sering dibutuhkan misalnya sebagai perawat. Salah satu teman dari Filipina yang sudah tinggal di Denmark bahkan bekerja di salah satu agensi penyalur perawat, Nurse to Denmark (bisa coba digoogling sendiri). Sehingga apabila kalian memiliki pendidikan atau sertifikasi sebagai perawat, kalian bisa mencoba melamar ke Denmark.

KE JERMAN

Jerman merupakan negara di Eropa yang saya tahu memiliki banyak program untuk pendatang. Mulai dari program kerja sosial seperti FSJ dan BFD (Mau ke Jerman? Coba Program Kerja Sosial Yuk!) hingga program apprenticeship seperti Ausbildung. Mau yang pilih yang mana, semuanya tergantung pilihan dan kemampuan bahasa masing-masing.


Semua program di atas tentunya memerlukan persiapan tersendiri. Saran saya sih, sebelum meninggalkan negara tempat kita au pair, kita sudah memiliki izin tinggal untuk tujuan selanjutnya. Hal-hal seperti sertifikat bahasa atau menerjemahkan ijazah tentunya diperlukan. 

Semakin cepat kalian memilih tujuan, semakin banyak juga waktu yang kalian miliki untuk mempersiapkan diri. 

Salam semangat  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top