FSJ/BFD Jerman

Kerja Sosial vs Au Pair: Bedanya?

Halo 😊

Terimakasih sudah mampir ke blog saya dan untuk teman-teman pembaca setia, terimakasih juga masih sering mampir. Karena kondisi WG (Wohnungsgemeinschaft) yang saya tinggali ini tanpa internet, saya jadi jarang nulis. Padahal sebenarnya hasrat menulis saya banyak sekali 😝

Pada kesempatan kali ini saya ingin sedikit bercerita tentang bedanya au pair dan kerja sosial di Jerman. Walaupun sebenarnya banyak peluang untuk menjadi au pair di negara lain, saya pribadi memilih untuk melanjutkan perjalanan saya ke negara Eropa yang terkenal dengan sepakbolanya ini. Bukan sebagai au pair, tetapi seorang pekerja sosial (FSJ/BFD: Mau ke Jerman? Coba Program Kerja Sosial Yuk!).

Salah satu teman online bertanya, bedanya apa sih antara au pair dan FSJ/BFD?

Karena menurut saya pertanyaan ini menarik untuk dijadikan bahan tulisan, langsung saja ya

PERBEDAAN AU PAIR DAN FSJ/BFD DI JERMAN

TEMPAT KERJA

Kegiatan sekolah: Mengumpulkan Bunga untuk Perayaan Michaeli

Kalau sebagai au pair kita ”bekerja” di rumah keluarga lokal, sebagai seorang FSJ-lerin saya bekerja di sebuah institusi. Dalam kasus saya, saya bekerja di sebuah sekolah untuk anak-anak berkebutuhan khusus. Ada juga yang bekerja di rumah sakit (Krankenhaus) atau panti jompo (Altenheim).

Karena judulnya kerja sosial, pekerjaannya juga tentunya di bidang sosial atau bersifat pelayanan terhadap masyarakat. Dalam hal ini, pelayanan kepada orang lain. Baik itu anak-anak, remaja, dan orang tua.

Sedangkan ketika menjadi au pair, saya membantu keseharian keluarga dalam bentuk light house work seperti mengantar anak ke sekolah, menyiapkan bekal makan, dsb.

JAM KERJA

Ketika menjadi au pair di Denmark, saya bekerja kurang lebih 5 jam sehari. Tetapi di sini flexibilitas saya dibutuhkan. Misalnya saja ketika anak sakit dan harus dijemput lebih cepat, saya yang tadinya harus menjemput jam 16.30 pun harus menjemput pukul 14.00.

Baca juga: Keseharian Au Pair

Sebagai pekerja sosial di sekolah, jam kerja saya 40 jam per minggu dan jadwalnya pun mengikuti kegiatan murid di sekolah. Mulai dari jam 8 pagi hingga jam 15.00 atau di hari tertentu hingga 16.30. Setelahnya saya punya Feierabend alias bebas lepas mau ngapain aja di jam-jam setelahnya.

FASILITAS: UANG SAKU & TEMPAT TINGGAL

Jendela Kamar

Uang saku au pair di berbagai negara tentunya berbeda-beda. Demikian juga uang saku FSJ/BFD berbeda di setiap insitusi. Biasanya di kota besar uang sakunya juga lebih banyak tetapi biaya hidup nya juga lebih mahal.

Baca juga: Denmark: Uang Saku Tinggi, Tapi…

Perbedaan terbesar mungkin dari tempat tinggal. Kalau sebagai au pair kita tinggal di rumah keluarga lokal, sebagai FSJ/BFD biasanya kita akan diberikan tunjangan untuk Unterkunft (tempat tinggal). Sehingga kita bisa leluasa tinggal sendiri. Mau masak apa dan kapan saja, silahkan gak perlu sungkan. Saya pribadi merasa lebih bebas tinggal di kos-kosan berupa rumah yang isinya juga pekerja sosial atau Azubi dari Afrika, Asia, dan juga Eropa.

TUGAS DAN PEKERJAAN

Menemani Murid Memberi Makan Hewan Ternak

Seperti yang saya sebutkan sebelumya, sebagai au pair kita melakukan tugas-tugas rumahan dan membantu keseharian host family.

Lain halnya dengan pekerja sosial di Jerman, kita dituntut untuk bekerja lebih profesional. Saya sendiri merasa senang karena beneran memiliki kolega orang Jerman! Selain bahasa Jerman saya makin terlatih, saya juga belajar untuk bekerja dan terbiasa dengan budaya kerja di sini.

Untuk para FSJ/BFD di rumah sakit dan panti jompo tentunya juga bakal jadi pengalaman tersendiri yang bisa ditulis di CV atau riwayat hidup kita. Nggak jarang juga beberapa program Ausbildung di Jerman menncari pelamar yang pernah melakukan FSJ/BFD di bidang tertentu sebelumnya.

VISA

Kalau untuk yang satu ini sih tidak sudah ditanya. Untuk program FSJ/BFD ini tentunya ada visanya tersendiri. Enaknya, kita juga diperlakukan seperti pelajar dan Azubi di Jerman.

Saya sendiri juga mendapatkan ID card untuk FSJ yang bisa digunakan untuk membeli tiket bus murah, dsb.

Jangan lupa juga, kita harus mempersiapkan sertifikat bahasa Jerman untuk melamar kerja dan juga sebagai persyaratan visa. Baca juga: Tips dan Pengalaman Ujian B1 Jerman Tanpa Kursus

SEMINAR

Sumber: Google – EOS Erlebnis und Tagungszentrum

Hal paling spesial yang menurut saya membedakan antara au pair dan FSJ adalah seminar.

Seminar ini biasanya diadakan ditempat yang tentunya berbeda dengan tempat kerja. Misalnya saja, seminar saya diadakan di Oppenau.

Sumber: Google - EOS Erlebnis und Tagungszentrum

Selama 1 tahun kita akan mendapatkan 25 hari seminar yang masing-masing dibagi menjadi 5 hari per seminarnya. Saya sendiri sudah menunggu-menunggu seminar ini. Buat saya, seminar ini bisa menjadi ajang refreshing dan juga bertemu kenalan baru.

Di Seminar, kita akan bertemu dengan peserta FSJ lain yang berasal dari Träger yang sama.


Saya pribadi memilih program FSJ karena melalui program ini, saya mendapatkan pengalaman kerja yang lebih profesional dan menantang dibanding au pair.

Meski begitu, program au pair juga memberikan kesempatan lain seperti keseharian yang lebih mudah dan tidak terlalu beragam. Sehingga bakal cocok ketika kita membutuhkan gap year untuk travelling atau sekedar mencicipi rasanya tinggal di negeri orang.

Kalian sendiri pilih yang mana?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top