Tidak Menjadi Khawatir

Tidak punya cukup uang

Tidak punya cukup waktu

Tidak memiliki rumah

Masa depan belum jelas

Merasa sendiri

Tidak memiliki biaya untuk kuliah

Tidak tau ingin melakukan apa di masa depan

Seringkali di dalam hidup ini kita berada di persimpangan jalan, berdiri di titik permasalahan dan tidak tau mau kemana.

Waktu aku masih lebih muda dan lebih egois, aku pikir permasalahan seperti di atas lah yang akan menghancurkan aku.

Ketika aku sudah dewasa, aku belajar bahwa sikap kitalah yang menentukan: Apakah kita akan hanyut dalam rasa sedih atau malah bisa belajar dari apa yang sedang kita alami.

Salah satu hal yang sering aku alami adalah merasa khawatir.

Seringkali aku berfikir terlalu panjang dan dalam sehingga aku membuat spekulasi sendiri dan akhirnya menjadi takut akan masa depan.

Apakah spekulasi tersebut pasti terjadi? Tentu saja tidak.

Ada yang bilang, kebanyakan hal yang kita khawatirkan tidak akan terjadi.

Aku juga belajar bahwa terkadang rencana yang sempurna bisa berubah karena hal-hal yang tidak terpikirkan.

Apakah segala sesuatunya menjadi buruk apabila tidak sesuai rencana? Tidak.

Aku belajar untuk tidak menjadi khawatir.

Aku belajar percaya bahwa Si Empunya hidup sudah memberikan cerita hidup yanh baik untukku, untuk semua orang.

Khawatirku tidak akan menambah masa hidup tetapi hanya menghapus damai sejahtera yang kumiliki saat ini.

Aku harus punya rencana, tapi bukan berarti semuanya harus tuntas dan sesuai. Terkadang, hal-hal yang tidak terencana memberi pelajaran dan bahkan lebih baik dari yang kita pikirkan.

Aku belajar untuk tidak menjadi khawatir.

*Tulisan ini hanyalah catatan untuk diri sendiri. Sebagaimana manusia harus bisa menjadi berkat untuk sesama, aku berharap tulisan ini bisa menjadi pengingat di masa depan. Untuk ku dan orang lain yang mungkin sedang membaca tulisannku*

Leave a Reply

Your email address will not be published.