Kenapa Sih Penduduk Indonesia Banyak Banget?

Sebelum melanjutkan membaca, perlu diketahui bahwa blog ini kutulis berdasarkan opini yang kumiliki.

Sempat tinggal di ibukota dalam waktu beberapa tahun membuatku berpikir bahwa dunia ini sungguh penuh dengan lautan manusia.

Ke mana ku pergi, di situlah banyak orang kutemui. Bukan hanya yang berjalan kaki, tetapi yang duduk berdampingan di dalam mobil pribadi, sampai bersumpek-sumpekan di dalam bus kota juga banyak sekali.

Indonesia sampai hari ini masih menduduki posisi lima besar dalam jumlah penduduk terbanyak di dunia, bersama dengan Cina dan Amerika juga.

Kenapa sih Indonesia ramai manusia?

Berikut ini kemungkinan yang mungkin menjadi alasan Indonesia memiliki banyak penduduk.

SLOGAN: “BANYAK ANAK, BANYAK REJEKI”

Entah dari mana asalnya, tapi banyak orang berkata bahwa anak akan membawa rejeki. Bisa juga sih kalau rejeki yang mereka maksud itu dalam bentuk buah hati. Tapi kalau dipikir-pikir bukannya semakin banyak anak, semakin banyak juga kebutuhan yang harus dipenuhi?

Menurut pengamatanku, salah satu pengeluaran terbesar dalam sebuah keluarga adalah kebutuhan anak. Bayangkan saja jumlah uang yang harus dikeluarkan untuk sekolah, belum lagi untuk masuk universitas.

Aku tidak bermaksud untuk berkata bahwa anak adalah beban tapi alangkah baiknya apabila keinginan untuk mempunyai anak didasari juga dengan pemahaman bahwa anak juga harus dirawat dan dibesarkan dengan baik

Anak kecil bisa memberi semangat dengan tulus

Jadi daripada berkata “Banyak anak, banyak rejeki” lebih baik berkata “Banyak anak, mesti banyak-banyak cari rejeki”

MINIMNYA PENGETAHUAN AKAN SEKS DAN ALAT KONTRASEPSI

Seks masih merupakan hal yang tabu untuk dibicarakan, terutama untuk dibicarakan dengan generasi yang sudah berusia lanjut. Karena alasan tabu inilah segala hal yang berhubungan dengan seks juga menjadi topik yang jarang atau malah sama sekali tidak dibicarakan.

Saya pernah tau seseorang yang sudah tinggal bersama kekasihnya di Kanada selama tujuh tahun. Mereka belum memiliki anak. Saya jadi membandingkan sinetron “Pernikahan Dini” yang kalau tidak salah si wanita punya anak setelah cinta satu malam oh indahnya! hehe dan hal itu membuat saya berpikir… Apa yang berbeda?

Kemungkinan karena kesadaran akan seks dan penggunaan alat kontrasepsi yang berbeda.

PENGARUH ADAT ISTIADAT

Saya tahu ada beberapa kebiasaan adat yang sangat mengagung-agungkan anak laki-laki. Alhasil, tidak sedikit keluarga yang terus-menerus berusaha untuk mendapatkan anak laki-laki. Bahkan, ada juga yang harus menunggu setelah kelahiran lima anak perempuan, baru si bayi laki-laki muncul.

Kalau kalian gimana? Apa juga punya preferensi gender anak yang musti harus kudu kesampaian?

MARAKNYA PERNIKAHAN DI BAWAH UMUR

Tidak bermaksud mengeneralisasi, tapi di Indonesia masih banyak praktik menikahkan anak di bawah umur terutama karena alasan ekonomi. Tidak sedikit keluarga yang mengizinkan putra atau biasanya putri mereka yang masih sangat muda untuk menikah dengan pria yang umurnya jauh lebih tua.

Lalu apa hubungannya?

Yah menurut pendapatku hehe, semakin banyak pernikahan, semakin banyak kesempatan untuk memiliki anak.

Sekian dulu tulisanku hari ini.

Semoga pertumbuhan penduduk di negeri tropis kesukaanku ini beriringan dengan pertumbuhan ekonomi dan kualitas hidup yang lebih baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *