Hidup itu bisa adil, bisa tidak.

Salah satu keadilan hidup adalah fakta bahwa kebanyakan negara-negara yang memiliki empat musim adalah negara maju.

Kok gitu?

Sebelum aku tinggal di Eropa, aku membayangkan pasti menyenangkan sekali bisa melihat salju di musim dingin, dedaunan warna-warni saat musim gugur, mengenakan baju bermotif cerah saat musim panas, dan melihat bunga bermekaran saat musim semi.

Ternyata…

Perspektifku saat itu adalah perspektif seorang turis.

Ketika kita hanya berkunjung ke Eropa untuk beberapa saat, tentunya berbeda dengan ketika kita tinggal di dalamnya untuk waktu yang lama. Lebih lagi kalau perginya hanya untuk bersenang-senang ala turis. Semuanya pasti terasa seru!

Lain halnya kalau kita harus tinggal dalam waktu yang lama di suatu negara.

Gak kebayang kalau penduduk di negara seperti Indonesia, yang ekonominya masih berkembang, harus membeli berbagai jenis pakaian yang berbeda di setiap musim. Pasti mahal sekali dan tidak semua orang bisa membeli.

Kalau musim panas memang mudah. Kaus oblong, celana pendek, dan rambut cepol. Selesai. Masuk musim gugur udara bisa mencapai 10 derajat celsius, bahkan bisa lebih rendah di beberapa daerah yang terletak di utara. Sudah harus membeli sarung tangan, kaus kaki yang cukup tebal, syal, dan lain sebagainya. Bahan-bahan pakaiannya juga tidak bisa hanya kain biasa. Diusahakan sarung tangan dan syal terbuat dari wool supanya benar-benar terasa hangat. Kaus kaki pun tidak bisa yang tipis-tipis.

Perlengkapan untuk musim dingin biasanya yang paling mahal. Harus punya jaket yang dilapisi bulu angsa di dalamnya. Iya bulu angsa. Bulu bebek, bulu onta, ataupun bulu ayam gak bisa

Terkadang ada juga jaket yang lebih murah yang dilapisi bahan sintetis. Kalau bisa untuk jaket musim dingin ini ada hoodienya. Selain itu, terkadang kalian harus memakai baju dalam thermal atau beberapa lapis kaus dan jaket.

Bukan hanya baju, lotion pun berbeda-beda di beberapa musim tertentu. Saat musim panas, pasti butuh krim wajah atau tubuh yang ber-spf. Kalau bisa, pakai juga after-sun lotion untuk menghindari kulit yang terbakar.

Saat musim dingin, sering-sering menggunakan handcream atau petroleum jelly supaya kulit tidak menjadi super kering.

Dengar-dengar dari teman, ada orang Indonesia yang saat musim dingin kulitnya jadi luka-luka. Ketika ke dokter, hanya dinasihati agak tidak terlalu sering mandi Ternyata kulitnya kering karena terlalu sering mandi, jadinya terbentuk luka-luka kecil akibat kulitnya terkikis.

Di Denmark, kebanyakan orang memilih untuk bersepeda. Host dad ku sempat bilang kalau kursus bahasa Denmark ku sudah dimulai, aku bisa bersepeda ke sana. Aduh, bersepeda buatku paling pol di musim gugur. Musim dingin aku mau naik bus saja hehe

Pasti tidak mudah untuk orang-orang yang harus pergi ke luar rumah untuk bekerja atau sekolah saat musim dingin setiap harinya.

Bahkan, ban mobil saja perlu yang khusus agar tidak tergelincir.

Jadi bagaimana, sudah siapkah kamu menghadapi empat musim di Eropa?

Abigail Tessa