Site Overlay

Keseharian Au Pair

Terkadang ada beberapa teman di sosial media yang bertanya,

“Kok enak ya jalan-jalan terus?”

“Mau dong, kayaknya seru?”

Tidak sedikit yang melihat kehidupan au pair dari satu sisi saja. Betul kalau au pair di Eropa itu punya jatah libur dan izin tinggal yang bisa digunakan untuk mengunjungi seluruh wilayah Schengen. Di Denmark sendiri, sebagai au pair aku berhak mendapat waktu libur sebanyak kurang lebih 30 hari per tahun (di Indonesia hanya bisa mengambil 12 hari cuti per tahun, ouch!).

Photo by rawpixel.com on Pexels.com

Oleh karena itu, aku mau mencoba memberi gambaran tentang keseharian seorang au pair, khususnya di Denmark. Sebelumnya harus kuingatkan kalau keseharian au pair di setiap keluarga bisa saja berbeda beda.

PAGI HARI

Dari jadwal yang diberikan host ku, aku diminta untuk bangun pukul 6.45 pagi. Namun seringkali karena belum ada tanda-tanda kehidupan aku kadang masih duduk sampai jam 6.50 atau bahkan pukul 7 tepat.

Di pagi hari ini, kerjaanku ngga banyak. Jadi aku mencari saja apa yang bisa kulalukan selagi anak-anak belum bangun. Biasanya aku menata alat makan untuk tiga anak asuhku dan meletakkan sereal di meja yang sama. Sambil menunggu mereka bangun aku biasanya melipat baju atau memilah baju yang akan dicuci hari itu.

Setelah anak asuhku bangun, biasanya aku menemani sambil merapikan piring dari dishwasher. Kadang aku duduk saja di sebelah si kecil supaya dia tidak terlalu terhipnotis dengan TV dan lupa makan.

Anak pertama sudah bisa berangkat sekolah sendiri dan kedua adiknya diantar oleh kedua hosts ku. Jadi aku nggak perlu mengantar mereka di pagi hari. Biasanya aku membantu memakaikan baju si kecil dan menggantikan popoknya. Hal ini sederhana sekali hanya saja butuh teknik khusus karena terkadang ada saja yang mau dilakukan si kecil sebelum mengganti popok. Entah berlari-lari atau menonton Masha and The Bear.

Pukul 8 pagi biasanya semua hosts dan anak asuhku sudah pergi. Ketika itulah aku melakukan kegiatan tidying up, mulai dari merapihkan kasur hingga mengembalikan barang ke tempat asalnya. Kalau matahari bersinar di luar, aku akan menjemur pakaian di tempat yang sudah disediakan.

Tugas pagi hari ini biasanya aku selesai pukul 9 pagi. Kalau dilihat memang kesannya lama, dari pukul 6.45 hingga sembilan pagi. Namun, pekerjaan ini tidak rumit sehingga aku santai saja melakukannya. Misalnya aku hanya duduk menunggu anak asuh, jadi nggak terlalu pusing untuk kuperhitungkan.

SIANG HARI

Photo by rawpixel.com on Pexels.com

Di siang hari, kecuali hari Jumat, aku biasanya bebas. Karena itu aku bisa belajar bahasa di hari Senin dan Kamis selama tiga jam. Kalau lagi semangat, aku juga menukarkan botol-botol kosong yang menumpuk dengan voucher belanja di supermarket. Lumayan, aku bisa membeli snack kesukaan, kebutuhan pribadi, hingga lipstick!

Biasanya aku mencoba mengisi waktu luangku dengan menonton Netflix, membaca dan menulis blog, membaca buku, sampai mereview online study dari sekolah bahasa Denmark.

Karena di Denmark au pair diharuskan untuk “takes part in the domestic work in the family“, jadilah aku melakukan general cleaning. Bersyukurnya rumah host ku ini sangat mudah dibersihkan karena tidak banyak sekat dan barang. Jadi, tidak banyak perintilan kecil yang harus diperhatikan. General cleaning di hari Jumat ini bisa memakan waktu selama 3 jam.

SORE HARI

Karena kedua host ku pulang cukup sore, tugasku adalah untuk menjemput anak asuh. Biasanya anak pertama akan bermain tenis dan neneknya akan mengantar. Jadilah aku menjemput dua anak asuhku dengan stroller besar. Aku biasanya berangkat pukul 4 sore. Hanya memakan waktu kurang dari 10 menit jalan kaki untuk sampai ke tempat penitipan anak dan taman kanak-kanak ini.

Setelah di rumah, aku terkadang bermain kejar-kejaran atau petak umpet dengan dua anak asuhku. Terdengar kekanakkan ya? Tapi aku senang karena dengan begini aku bisa dekat dengan mereka dan mereka pun merasa nyaman di dekatku. Kalau sudah lelah aku biasanya memperbolehkan mereka untuk nonton TV dan juga makan roti dengan mentega.

Orang tua mereka akan kembali pukul 5 sore. Si ibu biasanya belanja sepulang kantor dan memasak. Aku biasanya membantu merapihkan meja dan memotong salat. Tidak lupa, aku juga menyusun bekal untuk kedua anak asuhku.

Masakan biasanya selesai pukul 6 sore. Kami semua makan bersama, biasanya akan mengobrol tentang kegiatan yang anak-anak asuhku lakukan hari itu. Sedikit-sedikit aku juga menanyakan tentang kegiatan kedua hosts ku.

Setelah makan, aku bertugas untuk membereskan dapur dan meja makan. Hal ini nggak akan memakan waktu satu jam. Biasanya pukul 7.30 sore aku sudah bisa istirahat dan nonton TV di kamar.

Saat Jumat malam, terkadang salah satu atau kedua hostku pergi. Biasanya mereka akan menelepon nenek untuk datang membantu. Aku hanya menggantikan baju si kecil saja atau menggosok gigi dua anak asuhku.


Kalau dikira-kira mungkin aku bekerja 2 jam di pagi hari dan 3 jam di sore hari. Di hari Sabtu dan Minggu aku libur, sehingga bebas dari tugas. Terkadang aku menawarkan diri untuk memasak di hari Selasa.

Aku sarankan sih, sebelum memulai banyak-banyaklah bertanya tentang keseharian au pair. Apakah si host ini ingin kita fokus ke tugas di rumah atau anak-anak? Kalau perlu, minta jadwal tugas keseharian au pair sehingga tidak terjadi kesalahpahaman ketika sedang melakukan tugas.

1 thought on “Keseharian Au Pair

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *