Site Overlay

“Bukankah kamu dari USA?”

Seperti biasa, di sore hari aku makan malam bersama keluarga asuhku. Beberapa hari kemarin pun begitu. Karena si ibu yang memasak, aku seringkali menawarkan diri untuk membuat salad. Kali ini saladnya ditambahi dengan cabai merah besar.

Setahuku, cabai merah besar ini tidaklah pedas sama sekali. Jarang sekali aku menemukan cabai yang benar-benar pedas di Denmark, kecuali jika aku membelinya langsung di toko-toko asia.

Setelah makanan disajikan, kami pun makan. Si ibu seperti biasa selalu mengambil salad, sepertinya salad ini adalah favoritnya. Salad yang disertai alpukat, bawang merah, dan sedikit air lemon. Sembari makan dia berkata “Wah pedas sekali ya cabainya, biasanya tidak sepedas ini”.

“Benarkah?” aku yang penasaran pun mengambil salad beserta cabainya.

“Wah memang pedas sekali!” kataku setelah mencoba.

Si anak pertama pun menjadi penasaran dan bertanya apa yang terjadi, karena anak-anak asuhku belum bisa berbahasa Inggris. Si ibu kemudian menjelaskan “Iya, cabainya pedas sekali. Bahkan Tessa yang suka makan cabai ketika di Indonesia pun merasa pedas” katanya.

“In-no-nesia?” tanya anak asuhku lagi.

“In-do-ne-sia. Tessa berasal dari Indonesia” lanjut si ibu.

“Bukankah Tessa berasal dari USA?” tanya anak asuhku penasaran.

Aku tersenyum saja. Entah kenapa aku dikira berasal dari USA, mungkin karena sering mengobrol dengan orang tuanya dengan bahasa Inggris.

Yang penting sekarang anak asuhku tau kalau orang Indonesia suka makan pedas! hehehe

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *