Site Overlay

Keunikan Orang Denmark

Tinggal di negara orang tentunya memberikan keunikan tersendiri. Seperti halnya orang asing menganggap aneh atau bahkan jijik ketika melihat orang Indonesia makan menggunakan tangan, demikian juga ada hal-hal unik di negara lain.

Apa saja sih uniknya orang Denmark?

PECINTA WARNA GELAP

Photo by Elijah O’Donnell on Pexels.com

Kalau sedang jalan-jalan Jakarta, jarang sekali terlihat warna-warna baju dominan. Ada yang menggunakan warna merah, putih, hitam, biru, dan sebagainya. Di Denmark, baju dengan warna biru tua atau hitam sepertinya menjadi kesukaan banyak orang. Warna pucat seperti abu-abu juga sering digunakan. Terutama di saat musim dingin.

Pakaian warna-warni kebanyakan hanya digunakan oleh anak-anak atau orang-orang yang sudah lanjut usia. Ada juga sih, anak-anak muda yang sedang berkampanye atau mengikuti suatu parade. Tapi jangan salah, walaupun berwarna gelap, di Denmark terutama Copenhagen itu masyarakatnya modis dan terkadang juga sedikit nyentrik.

HUJAN TANPA PAYUNG

Photo by Adrianna Calvo on Pexels.com

Seringkali orang Asia tetap menggunakan payung sekalipun matahari bersinar terik. Alasannya? Takut kulitnya menjadi gelap. Ketika awal mengalami musim dingin di Denmark, salah satu yang membuat kaget adalah tidak adanya orang yang menggunakan payung saat hujan.

Satu kali aku mencoba untuk menggunakan payung karena tidak mau basah sama sekali. Ternyata eh ternyata, payungku hampir patah terbawa angin. Lesson learned. Untungnya, jaket musim dinginku dilengkapi hoodie dan tahan air. Yah walaupun terkadang, hoodienya terbang dan rambutku basah. Ouch!

BERSEPEDA TANPA KENAL CUACA

Photo by Elina Sazonova on Pexels.com

Di Denmark, bersepeda adalah way of life. Anak-anak juga sudah dibiasakan bersepeda sejak kecil. Selain dianggap sebagai mode transportasi yang efisien, banyak orang bersepeda karena kepedulian mereka terhadap lingkungan.

Bersepeda di Denmark, terutama di kota besar seperti Copenhagen bisa meninggalkan kesan tersendiri. Masyarakat dari berbagai kalangan, mulai dari pekerja yang mengenakan suit and tie, orang tua, hingga anak-anak semuanya bersepeda. Pemerintah Denmark juga menyediakan jalur khusus untuk pengemudi sepeda. Di jalan-jalan besar, pengendara harus juga mematuhi peraturan dan rambu-rambu lalu lintas.

TIDAK ADA KATA “PLEASE

Photo by Public Domain Pictures on Pexels.com

Di Indonesia, ada tiga kata yang dianggap magis karena sekalipun sederhana maknanya dalam. Ketiga kata tersebut adalah “Terimakasih, tolong, dan maaf”. Dalam bahasa Inggris, ketiga kata tersebut juga sangat bermanfaat. Kita bisa mengatakan thank you, please atau help, dan sorry. Kata please bisa digunakan untuk membuat suatu perintah terdengar halus.

Sejauh ini, aku menyadari kalau tidak ada kata please dalam bahasa Denmark. Kita bisa mengucapkan terimakasih atau tak dan juga maaf atau undskyld. Misalnya saja kita ingin mengatakan “Would you like to help me, please?” dalam bahasa Denmark hanya akan menjadi “Vil du gerne hjælpe mig?” atau “Would you like to help me?”.

Guru bahasa di tempat kursusku pernah bilang, kalau orang Denmark itu biasanya memberikan perintah secara kasual. Daripada mengatakan “Please finish this!” mereka lebih memilih untuk mengatakan “Could you finish it today?“. Mungkin untuk menghindari kesan otoriter, sehingga apabila atasan kita memberikan pertanyaan dengan could or would, itu sebenarnya merupakan perintah.


Kira-kira begitulah kesanku tentang orang Denmark. Hal-hal di atas kubuat berdasarkan pendapat pribadi dan pendapat orang-orang terdekat. Jadi, bisa juga berbeda dengan kesan yang kamu dapatkan apabila kamu mengunjungi Denmark.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *