Dari kecil, aku selalu punya mimpi untuk punya pasangan orang asing. Ketika masih usia belia, aku bisa disebut bule hunter. Yah maklum, masa kecilku banyak dihiasi dengan buku dan film karya pengarang kesukaanku, J. K. Rowling yaitu Harry Potter. Seandainya aku pecinta film Korea, mungkin aku akan menjadi Korean lover 😅🤪

Ketika sudah dianugrahi pasangan yang baik dan berkebangsaan asing (Jerman), ada satu hal yang aku syukuri: Aku beruntung.

Bukan, bukan karena memiliki pasangan yang secara fisik mirip dengan impian masa kecilku. Tetapi karena aku memiliki pasangan orang asing atau bule yang baik. Iya baik.

Di usia dewasa ini mataku makin terbuka, kalau di luar sana banyak lelaki yang tidak menghargai pasangan mereka.

Banyak pria yang terlihat tampan, bermata biru, berambut pirang, hidung tegas, dan sebagainya di luar sana. Tetapi tidak sedikit dari mereka yang kasar dan sering mempermainkan hati wanita.

Oleh karena itu, di tulisankku kali ini aku ingin memberikan masukan atau wejangan bagi kalian di luar sana yang ingin mendapatkan pasangan orang asing.

KNOW YOUR WORTH

Sebelum kalian ingin dihargai, belajarlah untuk menghargai dan mencintai diri sendiri. Don’t settle for anything less. Jangan sampai kalian menggadaikan prinsip hidup kalian hanya untuk mendapatkan titel: berpacaran dengan bule.

Percayalah bahwa pria yang baik, apapun kebangsaannya, akan selalu berusaha untuk menghormati kalian.

JANGAN MEMAKSAKAN KEHENDAK

Beda agama

Beda budaya

Beda cara pandang dan pola pikir

Yap. Banyak perbedaan yang bisa kalian hadapi ketika kalian berpasangan dengan orang asing. Dengan adanya perbedaan ini, tentu banyak yang harus didiskusikan.

Seperti halnya kalian ingin pasangan kalian untuk menghormati prinsip kalian, kalian juga harus menghormati prinsip mereka.

Jangan gegabah meminta pasangan untuk memeluk agama yang sama padahal baru mulai pacaran.

Tidak usah takut juga ketika pasangan belum mau mengenalkan kalian kepada orang tua mereka. Berbeda dengan orang Indonesia yang ngapel pertama langsung diajak bersalaman dengan orang tua, orang asing terutama orang Eropa biasanya butuh waktu sebelum mereka mengenalkan kalian ke keluarga mereka.

HUBUNGAN SATU MALAM ISN’T A REALATIONSHIP

Iya hubungan satu malam atau one night stand (ONS) itu bukan real relationship. Makanya sering juga disebut dengan no string attached (tanpa komitmen).

Di Eropa misalnya, OTS itu bukanlah sesuatu yang tabu dan malah cukup umum. Oleh karena itu kalian harus jujur terhadap diri sendiri dan si pria idaman. Apakah dia hanya mencari hubungan satu malam atau hubungan yang serius? Bagaimana dengan kalian?

Aku sendiri dari awal sudah sangat jujur kepada pasangam bahwa ingin mencari hubungan yang berkomitmen. Salah satu teman malah menuliskan di salah satu situs dating terkenal bahwa dia “ONLY LOOKING FOR A SERIOUS RELATIONSHIP”. Hasilnya, dia malah menemukan seorang suami.

Mungkin ibarat memancing, tujuan kita itu menjadi kail. Harus menggunakan kail yang tepat, supaya benar-benar mendapatkan ikan yang tepat.

JANGAN TUKAR CINTA DENGAN SEKS

“Man shows love to get sex. Woman gives sex to get love”

Banyak pria asing baik di luar sana. Tetapi tidak sedikit juga pria asing hidung belang yang seolah-olah menawarkan cinta, padahal hanya ingin berhubungan badan dengan si wanita.

Sayangnya, terkadang sebagai orang Indonesia kita cenderung lugu dan sulit untuk memahami apakah si pria ini benar-benar tulus menawarkan cinta atau tidak.

Pria yang tulus, tidak akan memaksa kalian untuk berkata “ya” ketika kalian sebenarnya ingin berkata tidak.

Lugas-lugaslah dalam memaknai tingkah laku calon pasangan dan berusahalah untuk tidak naïve. Jangan juga menjadi mudah baper atau GR karena pujian-pujian yang diberikan.

Menurutku, pria yang mudah gombal itu biasanya berhidung belang 😉


Tidak ada salahnya menjadi bule hunter atau memilih pria asing sebagai pasangan. Aku sendiri merasa nyaman karena pria asing biasanya tidak into patriarchy. Yang penting, jangan sampai kalian menghalalkan segala cara hanya untuk berpacaran dengan pria asing.

Aku hanya berharap, kalian mendapatkan pasangan yang membuat hati kalian hangat dan merasa dicintai. Terlepas dari dari mana pasangan kalian berasal.

There’s nothing wrong about dreaming to have an interracial relationship, just make sure that you don’t fall into a trap. Many men sell empty dream that may give you nothing but millions of false hopes.


Abigail Tessa