Bahasa Jerman yang bikin deg-degan!

Photo by Ingo Joseph on Pexels.com

Bahasa merupakan salah satu topik yang paling aku sukai. Kali ini, bahasa yang ingin kupelajari adalah bahasa Jerman. Tadinya, aku tidak terlalu memprioritaskan belajar bahasa Jerman, akan tetapi ketika aku melihat beberapa teman mempelajarinya, akupun ikut semangat juga.

Kenapa belajar bahasa Jerman?

Jerman merupakan salah satu negara di Eropa yang memberikan banyak kesempatan untuk para pendatang atau imigran. Misalnya saja, orang Indonesia bisa mengikuti program au pair, volunteer (FSJ atau BFD), studi, hingga ausbildung (internship).

Lain halnya dengan Denmark, setelah selesai au pair, tidak banyak program yang tersedia untuk pendatang. Kecuali, kalau punya uang yang cukup banyak untuk studi lanjut karena pendidikan di Denmark sangat mahal.

Setelah belajar, akupun harus mengambil ujian untuk mendapatkan sertifikat sebagai bukti kemampuan bahasa. Sertifikat ini nantinya bisa digunakan untuk mendaftar visa untuk tinggal di Denmark. Goethe Institut merupakan salah satu institusi yang menyediakan layanan belajar dan ujian sertifikasi bahasa Jerman.

Setelah mempersiapkan diri selama kurang lebih 6 minggu, akupun bersiap untuk menghadapi ujian bahasa Jerman A1. Awalnya, hanya ada sekitar 5 orang yang mendaftar, tetapi kemudian 4 orang lainnya juga ikut mendaftar ujian level pemula bahasa Jerman ini.

Aku yang sudah meminta izin kepada keluarga asuh berangkat pagi-pagi untuk mengikuti test di pusat kota Copenhagen. Metro yang kutumpangi penuh sesak dengan orang-orang yang mungkin hendak berangkat kerja.

Tidak disangka, semua yang ikut mengambil test adalah pendatang. Partner ku ketika ujian berbicara berasal dari Syria. Mungkin seperti yang kupikirkan, mereka juga mencari kesempatan untuk hidup di Jerman.

Photo by fotografierende on Pexels.com

Ujian berjalan diiringi dengan jantungku yang deg-degan. Rasanya seperti kembali mengikuti ujian SNMPTN!

Terakhir kali ikut ujian bahasa Denmark, rasanya tidak senerves ini hehe

Di sela-sela istrirahat sebelum ujian berbicara, aku sempat latihan bersama seorang teman yang juga mengikuti test di hari yang sama. Senang rasanya punya teman seperjuangan 🙂

Ujian berbicara pun berjalan dengan sangat cepat, rasanya tidak ada 5 menit tau-tau sudah keluar lagi. Salah satu penguji pun berkata kalau itu sangat cepat! Aku pun jadi semakin deg-degan takut membuat kesalahan.

Sekitar pukul 11 siang ujian sudah selesai, akupun bergegas pulang karena harus mempersiapkan salah satu anak asuh untuk pergi bermain tennis. Sebenarnya aku bisa saja menunggu hasil keluar pukul 3 sore, tapi akupun harus pulang.

Pukul 3 sore pun tiba dan aku memutuskan untuk kembali ke Goethe, padahal sebelum pukul 4 sore aku sudah harus menjemput kedua anak asuh yang lain. Dengan tergesa-gesa aku bersepeda ke stasiun terdekat. Jantungku makin semerawut karena salah satu temanku sudah menerima hasilnya. Dengan sigap aku loncat keluar metro ketika sudah tiba di stasiun tujuan. Nafasku terengah-engah menaiki anak tangga karena stasiunnya terletak di bawah tanah! Aku sampai harus mengingatkan diri untuk tidak pingsan.

Akhirnya aku pun sampai di lokasi tujuan daaaaaan, harus kembali menaiki tangga!

Photo by Brett Jordan on Pexels.com

Akupun dengan terengah-engah bertanya di mana aku bisa mengambil hasil ujianku. Seorang wanita kemudian mengarahkan ku ke ruangan lain. Seorang wanita, yang juga merupakan salah satu pengujiku tersenyum dan langsung menyambutku dengan salam. “You’re the only one who hasn’t taken the result” katanya sambil memberikanku selembar sertifikat.

Selembar sertifikat berpredikat sangat memuaskan. Aku lulus ujian bahasa Jerman pertamaku :’)

Aku rasanya terharu sekali, sambil banyak-banyak mengucapkan terimakasih sambil berusaha untuk tidak memeluk pengujiku saking senangnya. Selanjutnya, aku pun lari kembali menuju stasiun dan mengambil sepedaku untuk menjemput kedua anak asuhku.

Aku bersyukur sekali, misiku pada tanggal 5 Desember 2019 selesai 🙂

3 Comments Add yours

  1. Tessa dapat jobs di Jerman ya?.

  2. Ada teman blogger ku Gindra namanya dulu ikut FSJ trus kuliah, skrg sih lagi di Indonesia ga tau sampai kapan. Ini blog dia https://denkspa.com/author/girindra-wiratni-puspa/

  3. Hanna Marbun says:

    Tessa kalau jadi pindah ke Jerman, kita ketemu yaaa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *