Jumat tanggal 26 Juni kemarin merupakan salah satu hari yang sangat bersejarah buatku.

Seperti biasa, aku nggak berhasil bangun jam 6 Pagi. Akan tetapi aku akhirnya berhasil mempersiapkan diri tepat waktu sebelum pukul 7.30 pagi.

Setelah mandi dan menggunakan salah satu dress kesukaan, aku naik ke atas dan mempersiapkan mangkuk sereal dan bekal makanan untuk kedua anak asuhku.

Pagi itu adalah pagi yang cukup menegangkan karena setelah sekitar dua bulan mempersiapkan diri, aku akhirnya akan mengikuti ujian bahasa Jerman level B1.

Tadinya, aku berharap bisa mengikuti kursus di Kopenhagen, tapi apa daya, karena pandemi semua tempat kursus harus tutup. Dengan semangat 45 akupun belajar sebaik yang aku mampu.

Sudah beberapa minggu, aku terkena alergi, sehingga mata dan hidungku gatal. Itu artinya, aku bakal sering bersin. Dan bersin bukanlah hal yang kunanti saat ujian.

Setelah melakukan rutinitas di pagi hari, aku pun langsung bergegas menuju tempat ujian. Kedua hosts ku tidak lupa memberikan kata-kata semangat sebelum aku berangkat dengan tas hijau besarku.

Saat sampai di Goethe Kopenhagen, aku disambut dengan beberapa orang yang sebelumnya pernah kutemui. Maklum, bisa dibilang aku salah satu pengunjung setia Goethe semenjak Desember tahun lalu. Mereka semua sangat ramah. Si ibu penjaga ujian ku pun sampai hendak menyuguhiku kopi.

Ternyata, hari itu aku satu-satunya orang yang akan ujian!

Akupun sudah menyiapkan satu gulung tisu, takut-takut aku kebanyakan bersin 

Ujian berlangsung dengan lancar. Kecuali dengan bagian listening, karena aku merasa kurang fokus dan hidungku pun meler terus hiks

Setelah kurang lebih 4 jam menjalani ujian, aku pun harus menunggu kira-kira 1 hingga 2 jam untuk menunggu hasil ujianku. Karena lokasinya berdekatan dengan Botanical Garden, jadilah aku memutuskan untuk pergi ke sana. Sambil duduk santai di rerumputan, aku menghubungi mama untuk ngobrol dan menanyakan kabar.

Kira-kira pukul 15.30 aku kembali ke Goethe Institut. Hatiku rasanya sudah tenang sekali, walaupun tadinya sempat dag dig dug karena ujian listening. Pikirku, kalau dapat nila 70 saja aku sudah senang. Lagipula aku sama sekali tidak mengikuti les.

Akupun memasuki Goethe dan dituntun oleh salah seorang staff untuk menemui salah satu Frau yang mengepalai bagian bahasa. Ia menyambutku dengan senang, selembar sertifikat B1 sudah ada di meja besar pajang.

Frau tersebut pun memberikanku semangat untuk hasil ujian B1 ku. Tidak disangka-sangka, bagian listening yang kutakutkan malah mendapatkan nilai yang sangat memuaskan 


Sesampainya di rumah salah satu host ku sedang duduk berjemur. Ia pun langsung menanyakan bagaimana ujianku. Aku langsung menjawab dengan senyum sumringah dan berkata kalau aku sudah lulus ujian.

Si ibu pun kemudian pamit keluar rumah sebentar, ternyata beliau memberikan ku karangan bunga dan minuman manis. Aku sampai terharu dan memeluk beliau. Untung saja aku nggak nangis bombay hehe

Aku bersyukur sekali aku punya memori yang baik di hari itu. Lebih bersyukur lagi karena salah satu target ku untuk mengikuti ujian B1 bahasa Jerman berhasil kuselesaikan.

Perhaps it‘s the warm weather in summer, but my heart is surely warmer that day ❤️ 

Abigail Tessa