Bagi teman-teman yang sudah beberapa saat tinggal di Jerman, pasti pernah terbersit di benak kalian:

Aku harus stay atau pulang ya?

Entah itu sekedar kegalauan biasa atau ketika kalian sedang menghadapi tantangan: musim dingin yang tak berkesudahan, Gastfamilie yang ga pengertian, atau ga nyaman saat kerja di Betrieb tempat Ausbildung.

Saat menulis tulisan ini, saya sudah hampir setengah dekade berada di Eropa. Mulai dari au pair di Swedia dan Denmark hingga sekarang sudah menikah dan bekerja di Jerman (3. Lehrjahr Azubi). Tentu saja saya juga pernah sering mengeluh. Budaya dan bahasa yang berbeda, hingga mungkin bertemu dengan orang-orang yang ga seirama.

Maka itu saya ingin menulis kiat-kiat yang sudah saya jalani untuk survive dan merasa nyaman tinggal di Jerman. Mudah-mudahan tulisan saya ini bisa berguna, terutama buat teman-teman yang sekarang sedang bergalau ria.

DON‘T STOP LEARNING

Sumber: Pixabay

Baru sampai di Jerman dan feeling anxious karena ngerasa ga cukup bahasanya?

Sehr gut! Berarti alarm di dalam dirimu berfungsi dengan baik.

Iya alarm alias pengingat. Ketika kamu merasa bahasa Jermanmu belum cukup, berarti kamu masih harus belajar dan kamu ga boleh lelah belajar.

Saat ini tahun kedua saya di Jerman. Ketika ada orang Jerman yang bertanya berapa lama saya sudah di Jerman, mereka akan selalu kaget karena saya BARU DUA TAHUN di Jerman. Karena banyak pendatang yang sudah puluhan tahun di Jerman, tetapi masih tidak berbahasa Jerman dengan baik.

,,Du sprichst gut Deutsch!‘‘ kata mereka. Saya pun menjawab ,,Ja, ich bin aber nicht zufrieden‘‘.

Memang benar, saya masih merasa ga puas sama bahasa Jerman saya. Saya masih sering salah pilih artikel dan belum menguasai lebih banyak kosa kata. Saya malah merasa happy, karena itu berarti saya masih harus dan masih semangat untuk terus mengasah kemampuan bahasa Jerman saya.

Jangan lelah belajar bahasa Jerman!

Memilih Lingkungan yang Mendukung

Sumber: Pixabay

Ketika berada di Jerman, belum tentu kamu akan langsung mendapatkan teman. Tetapi jangan sampai being lonely menjadi alasan kamu ga menyaring lingkaran pertemanan mu.

Orang Indonesia memang terkenal ramah dan hangat. Tetapi bukan berarti kita bakal selalu menemukan teman yang se-frekuensi.

Misalnya nih, kamu semangat mau Ausbildung, nabung, dan cepet lulus. Tapi temen-temen sekelilingmu lebih suka ngobrolin cowok dan dating. It might be fun, tapi lama kelamaan bisa mengganggu fokusmu. Syukur-syukur kalau dapat cowok yang bener, jangan sampai udah menghabiskan waktu dan tenaga tapi malah berakhir ga jelas.

Kalau kamu misalnya ga suka minum alkohol, ya jujur. Teman yang baik akan menghargai preferensi dan nilai kepercayaan yang dimiliki temannya.

Carilah lingkungan pertemanan yang membangun dan gak membuatmu merasa negatif sepanjang waktu.

Malu Bertanya, Sesat di Jalan

Gak sedikit dari kita yang ga berani speak up atau bertanya. Padahal hal ini penting banget!

Mulai dari saat au pair, kebiasaan merasa nggak enak harus dijauhkan. Berkomunikasilah dengan Gastfamilie. Kalau ada yang dirasa kurang nyaman, diomongin.

Saat Ausbildung dan FSJ/BFD kalian juga harus berani bertanya kalau nggak ngerti. Baik itu saat di tempat kerja, saat seminar, maupun saat di sekolah. Jangan sampai bilang iya, tapi padalah sebenernya masih belum jelas.

Ketika kalian ngga bertanya dan melakukan kesalahan, bisa-bisa orang di tempat kalian kerja keki. Kalian bisa dinilai lalai dan ga mampu dalam mengerjakan suatu tugas. Maka itu, bertanyalah sebanyak-banyaknya sampai kalian mengerti.

Sparen! Sparen! Sparen

Sumber: Pixabay

Dari cerita kanan-kiri yang saya dengar, banyak teman-teman Indonesia yang ga punya dana darurat.

Entah itu ga bisa bayar buat applikasi Visa (sekitar 90-100 €) atau ga ada uang buat Kaution (uang jaminan untuk menyewa Unterkunft).

Jangan lupa menabung untuk dana darurat. Lebih baik ga terlalu stylish, ga perlu harus banget punya iPhone terbaru, atau travelling setiap minggu tapi dana darurat aman terkendali.

Atau amit-amit kamu harus tiba-tiba pulang ke Indo, harus siap juga uang untuk tiket pesawat kan?

Bersabar dan Enjoy The Journey

Sumber: Pixabay

Au Pair kalau di Jerman itu satu tahun. FSJ/BFD kalau full sesuai kontrak 1 tahun. Ausbildung kalau gak Verkürzung 3-3,5 tahun.

Kebayang nggak, kalau baru sampai di Jerman dan rasanya mau langsung loncat dan lulus Ausbildung? Das ist doch anstrengend. Kalian pasti akan merasa lelah dan nggak enjoy.

Ketika masih Au pair, gunakan lah waktu dengan baik buat mempersiapkan bahasa. Syukur-syukur langsung bagus dan kamu bisa mulai Ausbildung.

Kalau harus FSJ/BFD dulu, why not. Kamu bisa lebih belajar tentang budaya kerja di Jerman dan dapat pengalaman baru, dsb.

Saya percaya sih, dari setiap perjalanan pasti ada pengalaman dan pembelajaran yang bisa dipetik. Ketika kamu menikmati perjalananmu, gak kerasa waktu bakal berjalan cepat dan kamu nggak harus merasa seperti sedang menunggu.


Sekian dulu tulisan saya kali ini. Semoga bermanfaat buat teman-teman pembaca 🙂

Abigail Tessa